Friday, April 16, 2010

broken heart



Broken Heart
by Crystal Holtz

I will never forget the days we once had
The days when you were everything to me

My mind used to tell me we'd be together forever

But now I realize that was all a big dream

The feelings I have for you will never go

I wish I could take back that one regretful day

The day when I willingly let you slide from my arms

Never did I think of the astonishing pain of regrets

That I would once have to live through

The sight of you in someone else's arms

Makes my heart shatter into a million pieces

I sometimes wonder if you still think of me

Or if to you, I'm just a face in the crowd
I wish so very much that one day we can have it all back

But for now, I'll sit here silently
Remembering all the memories we once shared

Everyday my love grows much stronger

Hoping that one day you will feel the same

And put back the pieces of my broken heart.



reminder: cinta manusia takkan penah kekal dan menyakitkan....

Saturday, April 10, 2010


KEMBARA MENCARI CINTA


Aku bukan pengembara
Atau suka akan kembara
Namun kini aku di perjalanan
Kembara mencari cinta

Aku mengejar erti cinta
Aku mencari makna cinta
Aku tertanya-tanya di mana cinta?

Kembara aku merentas lembah
Melintangi arus dunia
Meredah onak belukar
Demi cinta

Untuk satu erti yang bermain diminda
Apa itu cinta??
Siapa ada cinta??
Di manakah cinta???

Aku tak pasti penghujung kembara ini
Ada akhir nya aku pun tak pasti
Yang aku mengerti kini
Cinta itu jauh sekali
Cinta itu tak pernah memunculkan diri
Cinta itu sepi
Cinta itu perlu dicari

Kerna mereka katakan padaku…
CINTA ITU ABADI SEJATI DARI ILAHI…..

siti nur wathiqah bt mohd mahlil
utm skudai/10.04.2010/3.09 p.m

Friday, March 26, 2010

coretan tanpa suara

Aku tidak mahu dijulang
Bahkan biar diagung2
Jauh sekali utk dipuja
Aku Cuma teruja
Menulis bait2 cinta
Rasa jiwa
Coretan raga
Yang sentiasa membara
Mencoret tinta
Yang selalu berdendang penuh jiwa
Telinga ku sentiasa terdengar kata2
Tanganku sentiasa memegang pena
Jariku terlalu suka berdansa
Mulut ku sentiasa mahu membicara
Pandangan mata ku melihat nada2
Kata cinta
Kata jiwa
Penuh rasa
Walaupun ia hanya coretan tanpa suara.



By: iqah~utm skudai… seminit sebelum solat maghrib…

Sunday, March 21, 2010

ketenangan suatu petang

Ku lihat awan kelabu
Berarak perlahan
Berat membawa bebanan
Ku lihat si layang-layang
Berterbangan
Mencari kediaman, entah..
Sekadar permainan mahupun makanan
Aku tak pasti

Ku lihat pohon tinggi menjulang
Bagai menggapai awanan kelabu
Menahan ia dari terus berlalu
Bagai memohon air kerahmatan
Angin mula bertiupan
Menyapa muka-muka alam
Menyegar tubuh-tubuh manusia
Yang sedang menikmati keindahan petang

Ku lihat sekelompok manusia
Kegirangan
Ketawa riang
Tak seperti awan kelabu
Yang berat menanggung beban
Mereka gembira
Mereka sungguh bahagia..

Aku hanya memerhati
Jauh Dari jendela kamar
Ku mencari kedamaian
Ketenangan
Kenikmatan
Subhanallah..
Indah alam ini…

Petang yang suram
Namun penuh ketenangan..
Jiwaku rasa tenteram

Aku berdoa…
Pergilah masalah…
Pergilah seribu resah..
Jauh… pergi bersama angin lalu..
Ku hanya ingin merasa tenang
Ku hanya ingin merasa riang
Hidup jauh dari kerisauan….. amin…

By: nur wateeqa, UTM Skudai, 6.43p.m / 19 mac 2010

Sunday, March 7, 2010

sujudku PadaMU


kembali aku bersujud padaMU
setelah byk dosa tercalit pada tubuh
setelah jauhku berpaling dariMu

kembaliku menangisi dosa lalu
setelah jauh ku hanyut
setelah lama ku tersungkur..

kembaliku memohon keampunanMu
memohon keredhaanMu
memohon yang terbaek dariMu

agar tidak terus hanyut
agar tidak terus lalai
agar tidak terus terlupa
agar kekal iman dan taqwa
molek akhlak dan bicara

Monday, February 15, 2010

A philosopher's faith


A Philosopher's Faith
Inspired by John Dewey


My person returns to unwind all its threads,
Woven by language into the habits of heads;
An old wearied head must bow down one final eve,
But my lively thought shines in cloth I helped to weave.

Your gift by my leave is but some seeds yet to grow,
Whose value was found in times of need long ago;
Sow all of these seeds in our vast garden with care,
Protect and defend the greater harvest to share.

To view such swift change, see truths melt under new suns,
To watch how scared souls kept on refining their guns;
My nation was home despite such strife with no cease,
My freedom was here while humbly searching for peace.

By trial did I live, by more trial find my thought’s worth,
My death you will get if you conceive no new birth;
No life without doubt, for the best fail now and then,
No rest for my faith, that each new day tests again.

Thursday, February 11, 2010

ketika cinta bertasbih...

Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka

Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa

Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga

Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala

reminder: petikan dari novel ketika cinta bertasbih

cintaku padaNya