Monday, February 15, 2010

A philosopher's faith


A Philosopher's Faith
Inspired by John Dewey


My person returns to unwind all its threads,
Woven by language into the habits of heads;
An old wearied head must bow down one final eve,
But my lively thought shines in cloth I helped to weave.

Your gift by my leave is but some seeds yet to grow,
Whose value was found in times of need long ago;
Sow all of these seeds in our vast garden with care,
Protect and defend the greater harvest to share.

To view such swift change, see truths melt under new suns,
To watch how scared souls kept on refining their guns;
My nation was home despite such strife with no cease,
My freedom was here while humbly searching for peace.

By trial did I live, by more trial find my thought’s worth,
My death you will get if you conceive no new birth;
No life without doubt, for the best fail now and then,
No rest for my faith, that each new day tests again.

Thursday, February 11, 2010

ketika cinta bertasbih...

Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka

Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa

Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga

Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala

reminder: petikan dari novel ketika cinta bertasbih

Tuesday, January 5, 2010

ku kasih dia


maafkan aku sayang
kasih ku pada mu buat selamanya
namun tiada jodoh antara kita berdua
kita hanya disini cuma

maafkan aku
memutuskan yang bahagia
aku insan biasa
aku ada jiwa
ku punya rasa

maafkan kan aku jika kau kecewa
aku bukan sengaja
percaya lah aku juga terseksa
mana mungkin kau ku lupa dalam seketika
setelah lama kita bersama

kasihku..
hadirmu membawa cahaya
dirimu perangsang ku tuk terus berjaya
kau lah pendorong hidupku

kasihku
maafkan aku
rela lah pemergian ini
kau tetap dihati

Friday, January 1, 2010

perisaiku


aku punya suatu perisai
yang ku bela
tatkala ia di tentang
yang ku cinta
sewaktu ia di hina

aku punya suatu perisai
yang ku tinggikan kasihku padanya
yang ku cinta sepenuhnya
yang ku rindu saat kejauhan darinya

aku punya suatu perisai
yang akan ku tempur bagi pihaknya
tatkala ia dilanda gempuran
yang ku renang menyelamatinya
tatkala ia lemas dalam lautan

aku punya suatu perisai
yang sanggup ku korban nyawa deminya
sanggup ku belah hidup ini demi kasihnya
yang akan ku beri cinta jika itu mahunya
akan ku korban diri ini demi pengorbanannya

namun..
perisai masih teguh dengan sikapnya
angkuhnya
egonya
aku??
aku dibiar membela.. sendiri.. buta di jalanan yang terhimpit
perisai jauh dari tugas utamanya
melindungiku setiap masa
tahukah ia aku amat perlukan sebuah bentengan
di mana ia adalah tonggak utama!!

aku pasrah
perisai juga ciptaanNya
mungkin punya jiwa
mungkin punya cita-cita
mungkin jua ada yang lebih utama..

dan mungkin sudah masa
aku utama hidup ku dan ia yang kedua
aku redha
Allah itu Maha Esa
Dia telah tentukan segala
padaNya aku serah jiwa dan raga

6.59 a.m/ 02.01.10
utm skudai,johor

Thursday, December 10, 2009

>>>>Entah!

Entah mengapa
Aku kembali mengenanginya
Bukan aku sengaja
Namun hadir tatkala aku khusyuk dan leka
Hadirnya persis angin petang yang menyapa

Entah mengapa
Aku mengharap pada suatu
Yang entah akan terjadi atau tidak
Jelas dan nyata
Ia jauh hanya suatu anganku

Entah mengapa
Lembut air mata mengalir
Kembali membasahi pipi
Kembali membina lekuk laluannya

Andai bisa
Semua itu ku hanyutkan
Dengan sungai air mata
Alangkah indahnya
Namun inilah dugaan
Tanda cinta yang maha esa
Mana mungkin aku mengeluh
Mana mungkin aku meratap
Ini lah takdirnya

Redha lah hati
Terima lah dengan penuh keredhaan
Ia telah tertulis
Jangan kau ratapi
Jangan kau tangisi lagi
Biarkan semua itu berlalu pergi
Hadirkan dirimu pada masa ini depan dan seterusnya

Wednesday, December 9, 2009

>>>>malam yang dingin<<<<<

Kenapa ya

Malam yang dingin ini

Hatiku serasa ingin menangis...

Aku sedih kerna apa??

Nasib sering melebihi padaku..

Apa yang kurang?

Aku terasa hati dirobek pilu

Malam ini terakhir bersama keluarga

Bukan pergi untuk selamanya

Tapi buat sementara

Perjuangan yang masih belom selesai

Ya Allah panjangkan umurku ini

Agar mampu aku basuh dosa-dosaku yang lalu

Malam ini terasa ingin berkongsi rasa

Dengan tinta

Yang bakal aku coretkan

Jejariku lincah menekan

Apa ya yang bakal dihasilkan??

Aku insan biasa

Ayat yang aku sering guna untuk menulis

Ya

Aku insan biasa

Gadis

Yang tiada apa-apa

Untuk di gelar istimewa

Aku Cuma gadis

Ada dosa

Ada noda

Namun... aku pohon di tingkatkan tangga taqwa

Aku jatuh cinta

Rasa seorang remaja

Tapi ia adalah bedilan iblis

kepada hamba Allah Yg Maha Esa

aku sedar

aku tahu

‘la takrobu zina”

Tapi tak cukup kuat hati ini

Terlalu goyah di goda dengan hanya kata-kata

Aku tak sekuat imannya Rabiatul Adawiyah...

Cinta yang di abdikan hanya pada Yang Maha Esa...

Aku Cuma seorang gadis

Yang mencari suatu yang tak pasti


written: iqah_1989

::::kapal terbang kertas:::::

kapal terbang kertas

kapal terbang kertasku..
struktur mu tak sehebat si besi
bentuk mu tak sehebat reality

namun kau tetap berani
terbang merentasi angin
kau terus tinggi ke langit

apa destinasi mu?
apa tujuan mu?
kau sendiri tak pasti
kerna kau diterbangkan tangan2 kecil

3.. 2.. 1...
kau terus menjunam ke bumi
namun tak hancur..
gagah..
kau masih diterbangkan lagi..
sampai bila??

hingga si kecil itu kepenatan
hingga kau sudah tidak segagah awalan mu...

namun kau tetap kapal terbang kertas ku...

cintaku padaNya