Friday, March 26, 2010

coretan tanpa suara

Aku tidak mahu dijulang
Bahkan biar diagung2
Jauh sekali utk dipuja
Aku Cuma teruja
Menulis bait2 cinta
Rasa jiwa
Coretan raga
Yang sentiasa membara
Mencoret tinta
Yang selalu berdendang penuh jiwa
Telinga ku sentiasa terdengar kata2
Tanganku sentiasa memegang pena
Jariku terlalu suka berdansa
Mulut ku sentiasa mahu membicara
Pandangan mata ku melihat nada2
Kata cinta
Kata jiwa
Penuh rasa
Walaupun ia hanya coretan tanpa suara.



By: iqah~utm skudai… seminit sebelum solat maghrib…

Sunday, March 21, 2010

ketenangan suatu petang

Ku lihat awan kelabu
Berarak perlahan
Berat membawa bebanan
Ku lihat si layang-layang
Berterbangan
Mencari kediaman, entah..
Sekadar permainan mahupun makanan
Aku tak pasti

Ku lihat pohon tinggi menjulang
Bagai menggapai awanan kelabu
Menahan ia dari terus berlalu
Bagai memohon air kerahmatan
Angin mula bertiupan
Menyapa muka-muka alam
Menyegar tubuh-tubuh manusia
Yang sedang menikmati keindahan petang

Ku lihat sekelompok manusia
Kegirangan
Ketawa riang
Tak seperti awan kelabu
Yang berat menanggung beban
Mereka gembira
Mereka sungguh bahagia..

Aku hanya memerhati
Jauh Dari jendela kamar
Ku mencari kedamaian
Ketenangan
Kenikmatan
Subhanallah..
Indah alam ini…

Petang yang suram
Namun penuh ketenangan..
Jiwaku rasa tenteram

Aku berdoa…
Pergilah masalah…
Pergilah seribu resah..
Jauh… pergi bersama angin lalu..
Ku hanya ingin merasa tenang
Ku hanya ingin merasa riang
Hidup jauh dari kerisauan….. amin…

By: nur wateeqa, UTM Skudai, 6.43p.m / 19 mac 2010

Sunday, March 7, 2010

sujudku PadaMU


kembali aku bersujud padaMU
setelah byk dosa tercalit pada tubuh
setelah jauhku berpaling dariMu

kembaliku menangisi dosa lalu
setelah jauh ku hanyut
setelah lama ku tersungkur..

kembaliku memohon keampunanMu
memohon keredhaanMu
memohon yang terbaek dariMu

agar tidak terus hanyut
agar tidak terus lalai
agar tidak terus terlupa
agar kekal iman dan taqwa
molek akhlak dan bicara

Monday, February 15, 2010

A philosopher's faith


A Philosopher's Faith
Inspired by John Dewey


My person returns to unwind all its threads,
Woven by language into the habits of heads;
An old wearied head must bow down one final eve,
But my lively thought shines in cloth I helped to weave.

Your gift by my leave is but some seeds yet to grow,
Whose value was found in times of need long ago;
Sow all of these seeds in our vast garden with care,
Protect and defend the greater harvest to share.

To view such swift change, see truths melt under new suns,
To watch how scared souls kept on refining their guns;
My nation was home despite such strife with no cease,
My freedom was here while humbly searching for peace.

By trial did I live, by more trial find my thought’s worth,
My death you will get if you conceive no new birth;
No life without doubt, for the best fail now and then,
No rest for my faith, that each new day tests again.

Thursday, February 11, 2010

ketika cinta bertasbih...

Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka

Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa

Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga

Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala

reminder: petikan dari novel ketika cinta bertasbih

Tuesday, January 5, 2010

ku kasih dia


maafkan aku sayang
kasih ku pada mu buat selamanya
namun tiada jodoh antara kita berdua
kita hanya disini cuma

maafkan aku
memutuskan yang bahagia
aku insan biasa
aku ada jiwa
ku punya rasa

maafkan kan aku jika kau kecewa
aku bukan sengaja
percaya lah aku juga terseksa
mana mungkin kau ku lupa dalam seketika
setelah lama kita bersama

kasihku..
hadirmu membawa cahaya
dirimu perangsang ku tuk terus berjaya
kau lah pendorong hidupku

kasihku
maafkan aku
rela lah pemergian ini
kau tetap dihati

Friday, January 1, 2010

perisaiku


aku punya suatu perisai
yang ku bela
tatkala ia di tentang
yang ku cinta
sewaktu ia di hina

aku punya suatu perisai
yang ku tinggikan kasihku padanya
yang ku cinta sepenuhnya
yang ku rindu saat kejauhan darinya

aku punya suatu perisai
yang akan ku tempur bagi pihaknya
tatkala ia dilanda gempuran
yang ku renang menyelamatinya
tatkala ia lemas dalam lautan

aku punya suatu perisai
yang sanggup ku korban nyawa deminya
sanggup ku belah hidup ini demi kasihnya
yang akan ku beri cinta jika itu mahunya
akan ku korban diri ini demi pengorbanannya

namun..
perisai masih teguh dengan sikapnya
angkuhnya
egonya
aku??
aku dibiar membela.. sendiri.. buta di jalanan yang terhimpit
perisai jauh dari tugas utamanya
melindungiku setiap masa
tahukah ia aku amat perlukan sebuah bentengan
di mana ia adalah tonggak utama!!

aku pasrah
perisai juga ciptaanNya
mungkin punya jiwa
mungkin punya cita-cita
mungkin jua ada yang lebih utama..

dan mungkin sudah masa
aku utama hidup ku dan ia yang kedua
aku redha
Allah itu Maha Esa
Dia telah tentukan segala
padaNya aku serah jiwa dan raga

6.59 a.m/ 02.01.10
utm skudai,johor

cintaku padaNya