tak bisa lidah berbahasa
tak gerak bibir menyusun kata
bila hati terus berbicara
takkan mereka endah, apa saja yang kau laungkan!
+++
dalam cahaya cinta tetap ada kerlip lara
dalam hujan-hujan rindu tetap ada awan bahagia.
tak bisa lidah berbahasa
tak gerak bibir menyusun kata
bila hati terus berbicara
takkan mereka endah, apa saja yang kau laungkan!
+++
dalam cahaya cinta tetap ada kerlip lara
dalam hujan-hujan rindu tetap ada awan bahagia.
hidup ini singkat umurnya,
bagaikan sebutan semua aksara,
matlamat bukan hanya dunia,
tujuan kabur bak kiraan juta.
ku bisa langkah kaki penuh tenaga
ku bisa lincah bak primadona
ku bisa tulis berjela tentang dunia
ku bisa petah terus berbicara
tentang cinta, dunia dan segala
batas itu ada, had itu ku punya
lalu ku undur selangkah dua
ku henti lincah berdrama
aku senyap diam tiada suara
ku padam tulisan sebuah tinta
ku pandang mentari terik dikepala
ku tenung langit membiru tenang di atas sana
ku pegang, ku sentuh angin lalu menyapa
ku pejam mata, henti segala acara.
dunia…
dunia…
dunia…
tenang jika diam belaka
celaru jiwa gundah gulana
nafsu penuh memenuhi masa
kejar berlari mahukan kaya
miskin tak berharta
miskin besar jiwa
kaya penuh penuh harta jua jiwa
kaya tiada jiwa, walau sekelumit rasa
mana yang kau punya?
aku ada antaranya!
singgah disejadah untuk beribadah biarlah lebih lama,
daripada singgah dimana2 untuk berbicara tentang dunia.
aku cuba mematangkan fikiran
sedewasa yang aku pinginkan
bukan mudah
bukan payah
namun aku tetap lelah
mengapa menjadi sesuatu yang bukan aku?
kadangkala
ia berlaku tanpa daya aku menghalang ia terus berlaku
aku cuba menjadi dewasa
matang cara fikirannya
matang cara meronta rasa
matang tika berkata-kata
namun aku tak pernah tahu
apa makna matang itu?
apa erti matang itu?
apa dia matang itu?
salahkah aku cuba menjadi aku?
